Posted by admin in Info Bisnis Sunday, 21 February 2010 09:39 No Comments
Program pay per lead terbaru yang membayar $1 per lead yang berkunjung ke
web affiliasi anda dan mendownload gratis ebook “Introduction to O
Marketing”.
Caranya :
- Klik http://use-sell.com/2/1513083qk/118087
- Masukkan email anda lalu klik tombol “Submit”
- Klik link “No Thanks” di bagian bawah
- Download 2 file gratis yg diberikan, url referral anda ada di akhir
halaman file tsb
- Cek email utk mendapatkan data login ke affiliate area
- Login affiliate area utk memasukkan data paypal di menu “Account” > “My
Affiliate Setting”
- Promosikan url referral anda utk mendapatkan $1 per orang yang melakukan
hal yang sama melalui link anda.
Posted by admin in Motivasi Islami Tuesday, 12 January 2010 23:53 No Comments
Jika kita bertanya siapa yang punya keinginan, semua orang akan menjawab punya. Setidaknya keinginan untuk mempertahankan zona nyamannya. Saat ada seseorang yang tidak mau mengutarakan keinginan, bukan berarti dia tidak memiliki keinginan, tetapi pikiran bawah sadarnya sudah menyadari bahwa ada hambatan besar untuk meraih keinginannya.
Cobalah lihat, jika ada pembagian uang atau barang lainnya secara gratis, maka pembagian tersebut akan dikejar banyak orang. Mungkin nilainya tidak seberapa. Tetapi saat ditawari sebuah peluang bisnis yang bisa memberikan penghasilan sangat besar, peminatnya sangat sedikit. Saat mereka ditanya menapa tidak mengambil peluang tersebut, jawabannya karena ada hambatan.
Posted by admin in Fatwa & Nasihat Tuesday, 12 January 2010 22:53 2 Comments
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc
Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah yang disuguhkan pada kebaikan.
Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.
Namun ada simpanan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhir. Suatu hari yang tidak lagi bermanfaat harta, anak, dan kedudukan. Harta memang membuat silau para pecintanya dan membius mereka sehingga seolah harta segala-galanya. Tak heran jika banyak orang menempuh cara yang tidak dibenarkan oleh syariat dan fitrah kesucian seperti korupsi, mencuri, dan menipu. Padahal betapa banyak orang bekerja namun ia tidak bisa mengenyam hasilnya. Tidak sedikit pula orang menumpuk harta namun belum sempat ia merasakannya, kematian telah menjemputnya sehingga hartanya berpindah kepada orang lain. Orang seperti ini jika tidak memiliki amal kebaikan maka ia rugi di dunia dan di akhirat. Sungguh betapa sengsaranya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Al-Kahfi: 46)
Dan firman-Nya:
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (An-Nahl: 96)
Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu meriwayatkan dengan sanadnya dari sahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tatkala turun ayat:
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak…” (At-Taubah: 34)
Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata: Dahulu kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sebagian safarnya. Lalu sebagian sahabat berkata: “Telah diturunkan ayat mengenai emas dan perak seperti apa yang diturunkan. Kalau seandainya kita tahu harta apa yang terbaik yang kita akan mengambilnya?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Yang utama adalah lisan yang berdzikir, hati yang syukur dan istri mukminah yang membantunya (dalam melaksanakan) agamanya.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3/246-247, no. 3094, cet. Al-Ma’arif)
Tingkatan-tingkatan Amalan
Amal ketaatan yang dijadikan sebagai simpanan memiliki tingkatan keutamaan dari sisi penekanan dalam pelaksanaannya dan dari sisi pengaruh yang muncul darinya. Adapun dari sisi penekanan, amal-amal yang wajib didahulukan dari yang sunnah. Disebutkan dalam hadits qudsi bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya.” (HR. Al-Bukhari, no. 6502)
Posted by admin in Entrepreneurship Tuesday, 12 January 2010 22:47 No Comments
Jika Anda single, bisakah Anda bertahan dengan kesendirian bekerja dirumah? Jika Anda memiliki keluarga, bisakah Anda mengatur ritme rumah, anak-anak dan bisnis? Banyak orang tua yang telah membuktikan hal tersebut bisa dilakukan.
Tapi, apakah Anda memiliki apa yang diperlukan untuk membuka usaha rumahan ? Kenyataannya, tidak semua orang bisa bekerja dari rumah. Ini tidak semudah seperti berjalan di taman, seperti anggapan beberapa orang.
Bekerja dari rumah bisa jadi membawa kesuksesan bagi banyak orang, tapi bagi sebagian lainnya seperti pengalaman yang menyakitkan. Mereka tenggelam dalam tumpukan ide yang mereka kerjakan sendirian di ruang basement, menghadap komputer atau tabel kerja sepanjang hari. Ya, tidak ada bos yang memerintah untuk melakukan pekerjaan dan bagaimana melakukannya. Tapi bagi mereka yang biasa diperintah, situasi ini akan membuat mereka bingung. Yang lebih buruk, tidak ada orang lain yang diajak bicara, selain anggota keluarga.
Agar proses awal memulai dan memelihara usaha bisa berjalan dengan baik, Anda harus memiliki kwalitas yang memadai. Sekalipun dengan draft bisnis plan, Anda harus memiliki perilaku mental yang sesuai agar dapat menjalankan bisnis dari rumah. Jika tidak, lebih baik Anda kembali ke pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan yang digaji .
Bagaimana Anda memelihara mental ketika bekerja dari rumah ? Berikut adalah lima perilaku yang Anda perlukan untuk bertahan dalam bisnis rumahan :
1. Anda harus mampu fokus pada tujuan.
Sebagai pengusaha baru, sangat mudah untuk ditarik ke banyak arah. Namun, Anda harus memiliki kemampuan untuk fokus pada upaya Anda dengan sasaran yang dijabarkan dengan jelas dan memegangnya dengan teguh .
Dengan memiliki fokus yang jelas, anda bisa menjadwalkan kegiatan sehari-hari untuk mencapai sasaran Anda.
Fokus pada sasaran juga memerlukan identifikasi dan eksploitasi peluang yang signifikan, sebuah upaya yang menjadi inti dari kewirausahaan. Pengusaha yang sukses mampu melihat peluang pasar yang tidak dilihat orang lain dan membangun bisnis yang visible.
2. Anda harus bisa terus optimis.
Pengusaha sukses adalah mereka yang bekerja membangun bisnisnya. Mengapa mereka melakukannya? Karena mereka memiliki dorongan ! Dorongan hasrat, peluang dan optimis.
Anda harus percaya bahwa gelas selalu separo isi, sekalipun dalam keadaan kosong. Anda harus yakin jika masa depan akan lebih baik dari sebelumnya. Optimisme, keyakinan, adalah sumber yang tidak ternilai untuk mengatasi masalah.
Saya melihat sebuah studi yang menarik yang melihat sifat persaingan antara pengusaha yang optimis dan lawannya yang realistis. Michael Manove dalam studi empiris Entrepreneurs, Optimism and the Competitive Edge; (Boston University and CEMFI, Spain: November 2000) menemukan bahwa pengusaha yang optimis (yang disebutnya dengan optimis yang tidak realistis ) menghasilkan lebih banyak daripada yang realistis. Ketika optimis tidak realistik bisa mengakibatkan kesalahan penempatan sumber dan menurunnya kesejahteraan, studi menemukan hal ini bisa juga merangsang penghematan dan investasi sehingga memberikan insentif tambahan atas kerja keras.
3. Anda harus belajar bagaimana menyeimbangkan keluarga dan kebutuhan personal.
Ini adalah bagian terberat bekerja di rumah. Jika Anda salah satu dari mereka yang memutuskan bekerja dari rumah dengan keluarga, Anda akan menemukan hampir tidak mungkin melakukan pekerjaan yang tercampur dengan keluarga dan kehidupan pesonal.
Teori menyeimbangkan antara kerja dan keluarga memang mudah, tapi pada kenyatannya, tidak demikian. Saya memiliki balita usia 19 bulan, dan pola pekerjaan saya berubah drastis dengan kedatangannya. Saya tidak mungkin membuat bayi mengerti agar mereka tidak menganggu ayah-ibunya bekerja. Ketika saya di depan komputer, bekerja sepanjang hari , ada dua tangan mungil yang menarik-narik saya untuk bangkit dan beranjak dari komputer. Saya hanya bisa bekerja jika dia tidur atau dia mengijinkannya. Dia sekarang yang menjadi bos.
Jika Anda menghadapi situasi yang sama seperti saya, Anda harus siap-siap mengorbankan tidur untuk menyelesaikan pekerjaan. Atau meminta seseorang untuk mengasuh anak Anda, apakah babysitter atau tempat pengasuhan. Kehidupan nyata bukanlah tombol yang dapat Anda nyalakan atau matikan demi kenyamanan bisnis Anda, dan Anda harus melakukan upaya sebanyak mungkin agar bisa mengerjakan bisnis serta memenuhi kebutuhan keluarga.
4. Anda harus proaktif dalam mengelola waktu.
Disiplin adalah hal yang penting jika Anda ingin mengembangkan bisnis rumahan, dan bagian dari disiplin adalah mengelola waktu Anda dengan efektif. Alih-alih gangguan di rumah (anak-anak, cucian, memasak, dsb.), Anda harus mendapatkan waktu yang tepat untuk bekerja dengan produktif. Penting untuk diingat untuk tetap di jalur, dan menghindari gangguan tidur siang yang lebih lama, pergi ke mall, atau nonton TV. Gangguan tidak dapat dihindarkan dari lingkungan bisnis rumahan, tapi Anda bisa mengendalikannya .
5. Biasakan menulis to-do list dengan sistem yang sesuai untuk Anda.
Rencana harian di To-Do list adalah alat yang penting bagi saya . Dengan mengetahui apa yang saya perlukan untuk menyelesaikan dalam sehari akan membantu saya mengelola waktu.
Anda bisa meletakkan white board di tempat kerja dimana Anda bisa mendaftar hal-hal yang harus Anda kerjakan hari itu.
Kalender besar dengan tempat yang cukup juga bisa digunakan. PDA, telepon seluler canggih, atau program komputer juga merupakan alat yang bisa membantu Anda mengelola dan memprioritaskan kegiatan.
Saat Anda sudah memiliki daftar, prioritaskan aktivitas Anda pada hari tersebut menurut kepentingannya.
Anda bisa melakukannya di malam sebelumnya atau di pagi hari, mana yang cocok untuk Anda. Kemudian susun to-do list dari yang paling penting sampai yang kurang penting. Jika Anda tidak bisa menyelesaikan semua yang ada di to-do list, Anda masih bisa menyelesaikan tugas yang terpenting. Ini adalah kunci bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras .
Fleksibilitas juga penting. Ada saat pengasuh bayi tidak bisa datang. Pada saat tersebut, ketika waktu kerja Anda terpotong, pastikan menyelesaikan tugas terpenting terlebih dahulu.
6. Anda harus memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.
Agar sukses sebagai pengusaha rumahan, Anda harus memiliki sikap seperti spon dalam hal belajar. Antusiasme dan keterbukaan untuk mempelajari hal baru, mencoba ide-ide baru, dan menemukan cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu adalah penting untuk pengembangan positif bisnis yang berkelanjutan.
Jika Anda memulai usaha rumahan, tentu saja Anda tidak memiliki tim manajemen yang membentuk strategi . Anda hanya akan mengandalkan diri sendiri untuk mengembangkan pendekatan yang sesuai untuk bisnis, berhati-hati dalam mengidentifikasi dan mendekati audiens atau prospek Anda, serta mengelola tanggung jawab menjalankan bisnis sehari-hari. Beberapa tugas dan tantangan yang akan Anda hadapi diluar apa yang Anda tahu; mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahkan jika Anda tidak punya ide melakukan apa, frasa “Saya bisa melakukannya ” harus menjadi bagian dari kamus Anda .
Untuk mendapatkan ide dan pengetahuan, Anda harus melakukan riset dengan lebih baik, mencari mentor dan bertanya pada orang yang tepat. Banyak membaca buku terkait dengan industri Anda. Meminjam buku bagaimana pengusaha sukses meraih keberhasilan, dan mengadopsi strategi kemenangan yang dapat diterapkan dalam bisnis Anda . Mendapatkan inspirasi untuk melakukan lebih baik melalui networking dengan individu dengan pemikiran yang sama.
Oleh: Lyve Alexis Pleshette
Sumber: www.PowerHomebiz.com.




