Category: Entrepreneurship
Apakah Bisnis Rumahan Sesuai Untuk Anda ?
Posted by admin in Entrepreneurship Tuesday, 12 January 2010 22:47 No Comments
Jika Anda single, bisakah Anda bertahan dengan kesendirian bekerja dirumah? Jika Anda memiliki keluarga, bisakah Anda mengatur ritme rumah, anak-anak dan bisnis? Banyak orang tua yang telah membuktikan hal tersebut bisa dilakukan.
Tapi, apakah Anda memiliki apa yang diperlukan untuk membuka usaha rumahan ? Kenyataannya, tidak semua orang bisa bekerja dari rumah. Ini tidak semudah seperti berjalan di taman, seperti anggapan beberapa orang.
Bekerja dari rumah bisa jadi membawa kesuksesan bagi banyak orang, tapi bagi sebagian lainnya seperti pengalaman yang menyakitkan. Mereka tenggelam dalam tumpukan ide yang mereka kerjakan sendirian di ruang basement, menghadap komputer atau tabel kerja sepanjang hari. Ya, tidak ada bos yang memerintah untuk melakukan pekerjaan dan bagaimana melakukannya. Tapi bagi mereka yang biasa diperintah, situasi ini akan membuat mereka bingung. Yang lebih buruk, tidak ada orang lain yang diajak bicara, selain anggota keluarga.
Agar proses awal memulai dan memelihara usaha bisa berjalan dengan baik, Anda harus memiliki kwalitas yang memadai. Sekalipun dengan draft bisnis plan, Anda harus memiliki perilaku mental yang sesuai agar dapat menjalankan bisnis dari rumah. Jika tidak, lebih baik Anda kembali ke pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan yang digaji .
Bagaimana Anda memelihara mental ketika bekerja dari rumah ? Berikut adalah lima perilaku yang Anda perlukan untuk bertahan dalam bisnis rumahan :
1. Anda harus mampu fokus pada tujuan.
Sebagai pengusaha baru, sangat mudah untuk ditarik ke banyak arah. Namun, Anda harus memiliki kemampuan untuk fokus pada upaya Anda dengan sasaran yang dijabarkan dengan jelas dan memegangnya dengan teguh .
Dengan memiliki fokus yang jelas, anda bisa menjadwalkan kegiatan sehari-hari untuk mencapai sasaran Anda.
Fokus pada sasaran juga memerlukan identifikasi dan eksploitasi peluang yang signifikan, sebuah upaya yang menjadi inti dari kewirausahaan. Pengusaha yang sukses mampu melihat peluang pasar yang tidak dilihat orang lain dan membangun bisnis yang visible.
2. Anda harus bisa terus optimis.
Pengusaha sukses adalah mereka yang bekerja membangun bisnisnya. Mengapa mereka melakukannya? Karena mereka memiliki dorongan ! Dorongan hasrat, peluang dan optimis.
Anda harus percaya bahwa gelas selalu separo isi, sekalipun dalam keadaan kosong. Anda harus yakin jika masa depan akan lebih baik dari sebelumnya. Optimisme, keyakinan, adalah sumber yang tidak ternilai untuk mengatasi masalah.
Saya melihat sebuah studi yang menarik yang melihat sifat persaingan antara pengusaha yang optimis dan lawannya yang realistis. Michael Manove dalam studi empiris Entrepreneurs, Optimism and the Competitive Edge; (Boston University and CEMFI, Spain: November 2000) menemukan bahwa pengusaha yang optimis (yang disebutnya dengan optimis yang tidak realistis ) menghasilkan lebih banyak daripada yang realistis. Ketika optimis tidak realistik bisa mengakibatkan kesalahan penempatan sumber dan menurunnya kesejahteraan, studi menemukan hal ini bisa juga merangsang penghematan dan investasi sehingga memberikan insentif tambahan atas kerja keras.
3. Anda harus belajar bagaimana menyeimbangkan keluarga dan kebutuhan personal.
Ini adalah bagian terberat bekerja di rumah. Jika Anda salah satu dari mereka yang memutuskan bekerja dari rumah dengan keluarga, Anda akan menemukan hampir tidak mungkin melakukan pekerjaan yang tercampur dengan keluarga dan kehidupan pesonal.
Teori menyeimbangkan antara kerja dan keluarga memang mudah, tapi pada kenyatannya, tidak demikian. Saya memiliki balita usia 19 bulan, dan pola pekerjaan saya berubah drastis dengan kedatangannya. Saya tidak mungkin membuat bayi mengerti agar mereka tidak menganggu ayah-ibunya bekerja. Ketika saya di depan komputer, bekerja sepanjang hari , ada dua tangan mungil yang menarik-narik saya untuk bangkit dan beranjak dari komputer. Saya hanya bisa bekerja jika dia tidur atau dia mengijinkannya. Dia sekarang yang menjadi bos.
Jika Anda menghadapi situasi yang sama seperti saya, Anda harus siap-siap mengorbankan tidur untuk menyelesaikan pekerjaan. Atau meminta seseorang untuk mengasuh anak Anda, apakah babysitter atau tempat pengasuhan. Kehidupan nyata bukanlah tombol yang dapat Anda nyalakan atau matikan demi kenyamanan bisnis Anda, dan Anda harus melakukan upaya sebanyak mungkin agar bisa mengerjakan bisnis serta memenuhi kebutuhan keluarga.
4. Anda harus proaktif dalam mengelola waktu.
Disiplin adalah hal yang penting jika Anda ingin mengembangkan bisnis rumahan, dan bagian dari disiplin adalah mengelola waktu Anda dengan efektif. Alih-alih gangguan di rumah (anak-anak, cucian, memasak, dsb.), Anda harus mendapatkan waktu yang tepat untuk bekerja dengan produktif. Penting untuk diingat untuk tetap di jalur, dan menghindari gangguan tidur siang yang lebih lama, pergi ke mall, atau nonton TV. Gangguan tidak dapat dihindarkan dari lingkungan bisnis rumahan, tapi Anda bisa mengendalikannya .
5. Biasakan menulis to-do list dengan sistem yang sesuai untuk Anda.
Rencana harian di To-Do list adalah alat yang penting bagi saya . Dengan mengetahui apa yang saya perlukan untuk menyelesaikan dalam sehari akan membantu saya mengelola waktu.
Anda bisa meletakkan white board di tempat kerja dimana Anda bisa mendaftar hal-hal yang harus Anda kerjakan hari itu.
Kalender besar dengan tempat yang cukup juga bisa digunakan. PDA, telepon seluler canggih, atau program komputer juga merupakan alat yang bisa membantu Anda mengelola dan memprioritaskan kegiatan.
Saat Anda sudah memiliki daftar, prioritaskan aktivitas Anda pada hari tersebut menurut kepentingannya.
Anda bisa melakukannya di malam sebelumnya atau di pagi hari, mana yang cocok untuk Anda. Kemudian susun to-do list dari yang paling penting sampai yang kurang penting. Jika Anda tidak bisa menyelesaikan semua yang ada di to-do list, Anda masih bisa menyelesaikan tugas yang terpenting. Ini adalah kunci bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras .
Fleksibilitas juga penting. Ada saat pengasuh bayi tidak bisa datang. Pada saat tersebut, ketika waktu kerja Anda terpotong, pastikan menyelesaikan tugas terpenting terlebih dahulu.
6. Anda harus memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.
Agar sukses sebagai pengusaha rumahan, Anda harus memiliki sikap seperti spon dalam hal belajar. Antusiasme dan keterbukaan untuk mempelajari hal baru, mencoba ide-ide baru, dan menemukan cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu adalah penting untuk pengembangan positif bisnis yang berkelanjutan.
Jika Anda memulai usaha rumahan, tentu saja Anda tidak memiliki tim manajemen yang membentuk strategi . Anda hanya akan mengandalkan diri sendiri untuk mengembangkan pendekatan yang sesuai untuk bisnis, berhati-hati dalam mengidentifikasi dan mendekati audiens atau prospek Anda, serta mengelola tanggung jawab menjalankan bisnis sehari-hari. Beberapa tugas dan tantangan yang akan Anda hadapi diluar apa yang Anda tahu; mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahkan jika Anda tidak punya ide melakukan apa, frasa “Saya bisa melakukannya ” harus menjadi bagian dari kamus Anda .
Untuk mendapatkan ide dan pengetahuan, Anda harus melakukan riset dengan lebih baik, mencari mentor dan bertanya pada orang yang tepat. Banyak membaca buku terkait dengan industri Anda. Meminjam buku bagaimana pengusaha sukses meraih keberhasilan, dan mengadopsi strategi kemenangan yang dapat diterapkan dalam bisnis Anda . Mendapatkan inspirasi untuk melakukan lebih baik melalui networking dengan individu dengan pemikiran yang sama.
Oleh: Lyve Alexis Pleshette
Sumber: www.PowerHomebiz.com.
Strategi Alternatif Bagi yang Ragu Menjadi Pengusaha
Posted by admin in Entrepreneurship Tuesday, 12 January 2010 22:30 No Comments
Kemampuan untuk sukses sebagai pengusaha adalah salah satu pengalaman yang tidak ternilai yang dinikmati seseorang. Melihat produk Anda terpajang di rak merupakan hal yang menakjubkan. Mengetahui bahwa produk Anda bermanfaat bagi orang lain merupakan hal yang sangat berharga. Di balik penghargaan secara materi, pengetahuan dimana Anda bisa mencapai level keberhasilan, dimana orang lain enggan melakukannya merupakan berkah yang signifikan.
Jadi apa yang dilakukan oleh penemu, pencipta untuk memajukan peluang mereka jika mereka tidak memiliki ketrampilan wirausaha. Dalam usaha konsultasi yang saya geluti, saya melihat sejumlah peluang penempatan produk yang besar dan sebaliknya ada sejumlah kecil potensi pengusaha sukses. Ini sangat berat bagi siapapun untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan benar-benar memakai baju baru. Ini adalah satu alasan dimana hanya ada sedikit pengusaha dan banyak pemimpi. Namun, ada peluang dan strategi yang bisa mengatasi batasan personal pengusaha.
Ada sejumlah jasa konsultasi yang mampu, memiliki legitimasi yang biasa menangani peluang usaha bagi para investor. Mereka mampu melakukan banyak pekerjaan yang bagi kebanyakan orang enggan melakukannya. Seorang konsultan yang baik akan menghemat waktu, uang, dan meminimalkan kesalahan klien. Pastikan Anda mewawancara lebih dari satu perusahaan, tanyakan referensi terdahulu dan terbaru, minta contoh produk yang sudah dikembangkan perusahaan.
Seorang konsultan yang efektif harus mampu menawarkan strategi pelaksanaan sebelum investor mengeluarkan uangnya. Perusahaan harus mampu melakukan, atau memiliki akses ke profesional sehingga bisa melakukan setiap elemen aspek proyek yang dibutuhkan. Jika investor memiliki ketrampilan tertentu, (ketrampilan untuk menata keuangan, engineering, pembuatan 3D CAD, dsb). Konsultan yang mumpuni harus bisa bertindak selaku projects managing consultant (menangani setiap aspek pengembangan, sales, marketing, produksi, negosiasi, dsb). Seringkali investor hanya membutuhkan mengerjakan tugas tertentu yang spesifik, di area dimana mereka tidak memiliki pengalaman atau tantangan. Ini termasuk sales dan marketing.
Seorang konsultan harus mampu memberikan strategi terbaik dengan jelas, peluang dan batasan proyek yang mungkin dihadapi. Mereka harus realistis dalam mengakses potensi kesuksesan.
Banyak investor pernah mendekati saya dan tanpa ragu menyatakan mereka membutuhkan sejumlah uang. Saya belum pernah bertemu seorang investor yang bisa memperkirakan sejumlah uang yang mereka PIKIR dibutuhkan. Mereka hanya menebak dan belum melakukan riset penting yang dipersyaratkan untuk mengukur kebutuhan finansial sesungguhnya.
Banyak investor yang percaya bahwa mereka perlu meningkatkan jumlah dana untuk menyelesaikan pengembangan, produksi dan menjual produk mereka. Jarang ada yang melakukan hal ini. Yang sering terjadi prototype bisa dijual atau dibuatkan lisesnsi, memasuki kerjasama stratejik, atau membentuk kemitraan. Ini merupakan beberapa stratagi yang bisa dipertimbangkan oleh konsultan yang kompeten.
Sebagai investor dengan peluang potensi komersial, penting bagi Anda untuk tetap fleksibel dan realistis. Saat saya bertemu dengan seorang investor yang sudah mengerjakan proyeknya selama bertahun-tahun, saya menjadi sangat khawatir. Ini merupakan tanda bahwa mereka menginginkan kontrol yang lebih serta dengan harapan finansial yang tidak realistis.
Jika konsultan sudah tersedia, ada banyak sumber potensial yang membantu investor. Saat ini banyak universitas yang memiliki program studi kewirausahaan dan menawarkan mentoring. Juga, banyak pemerintahan lokal/regional yang mengorganisir program pengembangan usaha kecil, dimana diakui bahwa usaha kecil adalah pemicu pertumbuhan pekerjaan dan pendapatan pajak.
Hanya karena Anda tidak memiliki ketrampilan kewirausahaan tidak berarti menghilangkan peluang usaha kreatif dari potensi pasar. Namun, uang dan peluang selalu menarik teknologi, produk, dan jasa baru. Dapatkan bantuan profesional untuk mendorong proyek dan nikmati potensi pendapatan yang signifikan yang dihasilkan dari apakah produk dijual di berikan lisensi atau kemitraan.
***
Oleh Geoff Ficke
Sumber: www.articlebase.com
Mimpi Terlarang
Posted by admin in Entrepreneurship Tuesday, 12 January 2010 05:38 1 Comment
Berikut ini cerita tentang seorang anak petani miskin di sebuah sekolah dasar di australia di sebuah wilayah pedesaan yang cukup terpencil.
Beberapa puluh tahun yang lalu, disuatu hari saat anak ini sekolah, sang guru seni menyuruh anak didiknya untuk menggambar rumah impiannya, sangat tidak disangka anak petani miskin ini menggambar rumah yang sangat besar dan mewah. Dengan keyakinan tinggi si anak merasa bahwa gambarnya bagus dan layak mendapatkan nilai A, namun apa yang terjadi ? sang guru memberikan nilai F untuk gambarnya tersebut.
Anak tersebut memprotes sang guru, “Kenapa engkau memberikan aku nilai F padahal rumah yang ku gambar sangat bagus ?”
Sang guru menjawab, “Engkau terlalu menghayal! bagaimana mungkin engkau seorang anak petani miskin di desa kecil ini dapat memiliki rumah besar dan mewah seperti itu? sangat tidak masuk akal!!”
Rupanya anak kecil tersebut benar-benar kecewa dengan penilaian gurunya tersebut, namun dia tidak putus asa, kejadian ini membuat dia benar-benar berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya.
Di akhir cerita, terbuktilah bahwa anak petani di desa terpencil tersebut berhasil mewujudkan mimpinya, ia sekarang sudah menjadi pengusaha sukses dan berhasil membangung sebuah rumah besar dan mewah seperti yang dahulu diimpikannya.
Saat rumah tersebut selesai dibuat, ia mengundang teman-teman dan warga di sekitar rumahnya, termasuk gurunya yang dahulu memberikan nilai F untuk mimpi besarnya.
Sang guru hanya bisa terdiam dan tercengang saat melihat sebuah gambar yang sudah lusuh dalam sebuah pigura yang indah, sebuah gambar rumah besar dan mewah dengan nilai F, tulisan tangan sang guru.
Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah ini, jangan pernah berkecil hati jika orang-orang menertawakan mimpi-mipi Anda, jangan takut mengejar mimpi meskipun Anda dianggap sebagai orang gila. Jangan khawatir, hampir sebagian besar pengusaha sukses dan orang-orang hebat di dunia ini pernah dianggap gila oleh banyak orang.
10 Kesalahan yang Dilakukan Pengusaha Saat Memulai Usaha
Posted by admin in Entrepreneurship Thursday, 13 August 2009 16:13 8 Comments
Anda memutuskan untuk memulai usaha. Anda memiliki ide. Misalnya, Anda menjadi tukang kayu. Anda mencetak brosur, kartu nama bisnis, dan memasang iklan di Yellow Pages. Anda mengeluarkan $600 untuk membuat website dan nama domain yang menceritakan pada semua orang kredibilitas dan pengalaman Anda yang luar biasa. Anda menyebarkan brosur di toko-toko sekitar Anda. Kemudian Anda menunggu, menunggu, dan menunggu.
Tidak terjadi apapun. Tapi, bukankah setiap orang melakukan hal yang sama saat memulai usaha? Mencetak brosur, menceritakan pada setiap orang betapa bagusnya Anda, dan menunggu uang menghampiri Anda.
Berhenti disini. Anda baru saja melakukan beberapa kesalahan dari 10 kesalahan teratas yang dilakukan pengusaha ketika memulai usaha.
