Category: Fenomena
Penipuan Di Internet Semakin Merajalela
Posted by admin in Fenomena Sunday, 3 January 2009 23:11 No Comments
Beberapa jam lalu saya habis mampir dari salah satu forum komunitas yang lumayan besar. di forum tersebut terpampang banner dengan Jelas dengan ukuran lebar, dan posisi nya sangat strategis sekali, yaitu di tengah dari body forum tersebut. Judulnya adalah : Ribuan Bahkan Jutaan Rupiah Perbulan Sudah Mereka Dapatkan Hanya Dengan 1 Langkah Cerdik. atau kita biasa mengenal dengan nama Smart Machine System.
Wah saya jamin yang memasang iklan merupakan orang yang bermodal kuat. karena dengan pemasangan banner yang lebarnya menyamai lebar keseluruhan dari Body forum tersebut, yang pasti akan berharga mahal.
mengapa bisnis ini saya katakan penipuan (Scam)? , saya sendiri si hanya mengutip apa yang di katakan web sitenya.
Dan SMART MACHINE SYSTEM :
BUKAN BISNIS MLM
BUKAN MONEY GAME
BUKAN PROGRAM FOREX
BUKAN PROGRAM RESELLER
BUKAN SKEMA KAYA MENDADAK
BUKAN MERUPAKAN SKEMA PYRAMID
BUKAN ARISAN BERANTAI ATAU SEJENISNYA
BUKAN MERUPAKAN E-BOOK DAN SEJENISNYA
BUKAN PAY PER CLICK (klik iklan) ATAU SEJENISNYA
Hmmm .. perhatikan kata yang saya tebalkan..
inilah mengapa saya sebut Smart machine system ini adalah website penipu;
Bukan program reseller?? YAkin?? Mau tau arti dari reseller?
saya kutip dari blog nya bang zalukhu salah satu Pro Blogger yang saya segani.
“Bisnis Reseller
Hampir mirip dengan Bisnis Affiliasi, cuma bedanya dalam bisnis reseller ini kita harus membeli atau membayar “produk”nya lebih dahulu lalu kemudian menjualnya kembali dengan harga yang kita tentukan. Bisnis reseller ini meliputi, penyewaan Web Hosting hingga penjualan domain. Cara pemasarannya hampir sama dengan kedua bisnis di atas”
bisa di cek disini: http://zalukhu.net/tips-memilih-bisnis-di-internet-bagian-2.html
Bukan Arisan berantai???? HAHAH ini mah sama ajah dengan arisan berantai buuuu.. cm beda Jenis barang yang di berantaikan-nya… bisa di lihat disini tentang kejelasnnya http://cafeblogger.web.id/belajar-bisnis-online/scam-tipuan/money-machine-system-scam.html
Kalo kalian baca yang telah di tulis di cafe blogger.web.id saya rasa sudah mengerti kenapa Smart machine System ini di katakan penipuan. dari testimoni Yang BOHONG sampai tidak di aktifkannya keanggotaan.
namun bagi kalian yang merasa penasaran tentang sebenenarnya produk apakah ini.. silahkan download Smart Machine System Gratis semoga dengan tutorial tersebut bs membantu kalian yang sedang mencoba menjalanan kan bisnis online
Para Penipu Di Internet
Posted by admin in Fenomena Thursday, 31 December 2009 17:11 No Comments
Ini adalah kisah yang sungguh-sungguh terjadi di Jordania. Seorang lelaki, berchating dengan seorag gadis yang sudah ngebet mendapatkan suami. Keduanya berchating ria mencari kesesuaian. Dari hasil chating, keduanya ternyata menemukan kecocokan untuk menjalin api yang panas. Apalagi sang lelaki mengaku sebentar lagi akan bercerai-berai dengan istinya. Lalu keduanya sepakat ketemu di suatu tempat, dengan ciri-ciri pakaian dll, seperti yang disepakati di chating.
Ketika keduanya ketemu, sang lelaki malah ngamuk-ngamuk, dan sang wanita mencak-mencak. Kenapa? Karena keduanya sudah lama saling kenal. Bukan itu saja, sang lelaki ternyata adalah suami si “gadis”, dan si gadis, tentu saja, istrinya si lelaki.
Itu adalah sebagian kisah yang sempat terekam media massa. Banyak lagi kisah lain yang tidak tercatat. Bagi anda yang sudah lama malang-melintang di dunia internet pasti sudah sering menerima email yang bermacam-macam isinya, seperti menang lotre, dapat warisan, lowongan kerja, kartu kredit dll.
Berikut adalah beberapa “subject” peniupan yang sering beredar di internet:
- Menang lotre
- Dapat warisan
- Kartu Kredit
- Lowongan kerja
- Mesin pembuat uang
- File Finder (247, FMD)
Modus-modus penipuan di atas juga beragam. Email yang mengabarkan anda menang lotre biasanya datang dari negri kincir angin, Belanda. Walaupun anda belum pernah beli 4D ala singapura atau Lotto atau sejenisnya, tiba-tiba anda dikirimi email yang menyuruh anda untuk mengklaim hadiah tsb. Nominal hadiahnya gak tanggung-tangung, bisa jutaan dollar.
Begitu juga personal email yang dikirim kepada anda, mengabarkan bahwa anda bisa dapat warisan jutaan dolar, kalau mau mengaku sebagai kerabat dari orang terkenal yang sudah wafat di daerah konflik, seperti negara-negara Afrika, menjanjikan imbalan sampai 50 persen. Malah sekarang bukan hanya para penipu dari Afrika yang mencatut nama-nama orang terkenal untuk menipu. Suha Arafat juga pernah kirim email ke saya, menceritakan “penderitaannya” di bawah tekanan Palestina, dan minta tolong saya membebaskan dirinya, dan jutaan dolar uangnya. Imbalannya, nanti saya dapat komisi yang tidak habis dimakan 70 turunan.
Selain dari “Suha Arafat” saya sendiri pernah beberapa kali “mengerjai” para penipu kreatif semacam itu. Beberapa kali saya dapat email dari sebuah negri di Afrika, yang secara mengharukan menceritakan bahwa keluarganya tewas dibantai musuh, atau tewas kecelakaan pesawat terbang. Sang penipu bilang bahwa dia perlu bantuan “ahli waris” orang asing untuk mencairkan kekayaan yang dimiliki si orang top tsb. Di email balasan saya pura-pura tertarik membantu dan mencantumkan alamat saya yang diminta, lengkap dengan no. HP saya.
Benar-benar penipu nekat. Ternyata dia langsung menelpon saya dari negri yang jauhnya ribuan kilometer itu. Saya pun dengan senang hati bertanya-jawab dg makhluk hitam itu. Sampai lama. Entah berapa ratus dolar dia habiskan guna menelepon saya. Saya sengaja melama-lamain conversation, kan tujuan saya “ngerjain” si penipu itu. Biar bengkak tagihan teleponnya.
Inti pembicaraan di telpon, dia minta secepat-cepatnya datang ke negrinya guna mengambil hak saya. Tentu saja, jarak yang jauh dan waktu, tak memungkinkan saya datang. Lalu dia tawarkan agar saya menghubungi notaris di negaranya sana, diberi kuasa mencairkan warisan saya. Saya setuju, tapi saya minta waktu 2-3 minggu. Mr. Columbus, demikian si penipu mengaku, keberatan karena terlalu lama. “Well, no option,” kata saya membela. Dia mafhum dan wanti-wanti (alert me) untuk tidak memberi tahu orang lain tentang deal-deal kami.
Ajaib, 3 minggu kemudian ternyata tawarannya masih berlaku, walaupun dia bilang buru-buru. Tapi dengan berbagai exuze, alasan, saya mengatakan duit belum terkumpul. Akhirnya tuntutannya mengendor. Dia minta berapa saja uang yang saya punya segera dikirimkan. Urgent, katanya. Mungkin sudah terlanjur habis ratusan dolar. Itung-itung balik modal, pikirnya. Saya pun setuju, akhirnya saya kirimi dia uang 5 dolar bergambar Osama bin Laden. Supaya cepat saya kirim lewat email.
Belum terdengar lagi kabar Mr. Columbus tsb, sampai sekarang, entah masih hidup atau kena serangan jantung.
Jangan percaya juga kalau anda mendapat email yang menawarkan kartu kredit. Melalui emailnya yang meyakinkan, dia mengatakan bahwa kartu kredit yang dia jual bisa menarik uang tunai sejuta sehari dari ATM bank tertentu. Harganya pun sangat murah, antara 250 ribu sampai 1juta. Dengan alasan keamanan, supaya pihak bank tidak bisa melacak kartu kreditnya, dia menyebar luaskan kartu itu dengan cara menjualnya.
Jangan percaya itu sebab, sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa menjiplak kartu kredit seseorang lengkap dengan chip dan passwordnya. Apalagi kalau yang menjual menggunakan mediasi internet. 200 persen jangan percaya.
Kalau anda sudah lama menganggur, dan sudah melamar ke sana ke mari, tapi belum menampakkan hasil, coba cari lowongan di internet. Banyak sekali lowongan yang ditawarkan di internet. Tapi ingat, seperti juga di dunia nyata, di internet juga beredar calo-calo pencari mangsa. Mereka menawarkan kerja fantastis bergaji ribuan dollar. Tentu saja dengan syarat, anda harus mengirimkan sekedar “uang kopi” yang lumayan jumlahnya.
Ada juga penipuan yang sebenarnya bukan penipuan, seperti program “sharing file” antar computer. Program ini dipelopori oleh 247 dan FMD. Situs ini menawarkan suatu aplikasi bernama File Finder, di mana dengan aplikasi ini kita bisa mendownload / mengcopy ribuan, bahkn jutaan file, misal file movie (film), MP3 (music) dan program-program yang sulit didapat di pasaran. Tentu saja untuk mendapatkan aplikasi file finder, anda harus membayar, lewat kartu kredit, tentunya.
Tapi begitu anda telah membayar, dan menginstal file finder, anda tak akan menemukan satu judul filem pun! Absudrdnya, si pembuat file menyediakan trouble shooting yang sangat panjang lebar. Tapi ujung-ujungnya, anda tetap tak bisa memakai File Finder tsb. Kenapa? Karena program ini cara kerjanya sama saja “mencuri” file orang lain. Pertama dia mengendus (sniffing), lalu harus mengenal IP address orang, dan menyetujui sang pemilik IP mengijinkan filenya disharing. Mau curi file, tapi minta ijin dulu, biar gak dituntut. Itulah amerika. Pokoknya very-very complicated dah! Coba, ada nggak yang mau bagi-bagi file di sini?
Program semacam ini sepintas bukan penipuan, tapi setelah kita masuk, kita makin terjebak dalam jurang tak berdasar.
Begitulah modus operandi para penipu di internet, yang menawarkan warisan, menang lotre, dll. Mereka tak putus asa mengirim email bahkan menelepon, supaya terlihat meyakinkan. Tapi ciri-cirinya jelas, ujung-ujungnya minta dana agar kita bayar notaris fiktif.
Untuk memastikan bahwa suatu produk di internet bukan penipuan, pastikan situs itu mempunyai alamat yang jelas di dunia nyata, bukan cuma di www. Pastikan pula ada nomor telp yang bisa dihubungi. Kalau perlu selidiki dulu kepastian usahanya.
Ingat, Internet adalah makhluk liar yang lahir dari ilusi-ilusi otak manusia. Dia bermutasi dan berkembang biak sesukanya, ke mana dia mau, dan tak ada yang sanggup mengendalikan atau mengontrol, sekalipun FBI atau CIA.
——–
M. Abdullah
emabdulah@yahoo.com
“Hidup Cukup”
Posted by admin in Fenomena Thursday, 31 December 2009 17:05 No Comments
Judi SMS di Indonesia masih marak
Posted by admin in Fenomena Thursday, 31 December 2009 16:23 No Comments
Di tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Tidak hanya itu, iklan-iklan yang sering muncul di TV pun juga tidak bisa lepas dari yang namanya judi SMS ini. Misalnya iklan yang berbunyi KETIK REG SPASI.
Bisnis ini memang sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya untuk saat ini.
Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah– Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya.
Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya: Kuis SMS adalah 100% judi.
Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone…” Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka: “Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”.
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
Di Malaysia judi SMS sudah lama dilarang. Saatnya judi SMS juga dilarang di Indonesia. Mohon pemerintah dan ulama segera bertindak, agar masyarakat tidak semakin resah dan dibodohi.
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan.


